Dukungan RFS kepada Bupati Joune untuk Profesionalisme Hukum Tua & Tekan Stunting di Minahasa Utara

Bupati Minahasa Utara Joune J.E. Ganda, SE., mempercayakan kembali jabatan Hukum Tua Desa Tatelu, Dimembe, Minut kepada Rossiena Tasya Angkouw. Setelah Hukum Tua Angkouw menjalani satu tahun masa jabatan. Pelantikan Pejabat Hukum Tua Kabupaten Minahasa Utara dilakukan pada Selasa, 17 Juni 2025 di kantor Bupati Minut.

Angkouw berkomitmen untuk memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat dan pengelolaan dana desa terbuka serta melibatkan BPD dalam membangun desa Tatelu. Selain itu Angkouw mendukung program pemerintah Kab. Minut dalam mewujudkan program Presiden Prabowo Subianto Makanan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, dan pembentukan Koperasi Merah Putih.

Peran Vital Pejabat Hukum Tua Pejabat dalam Mendukung Program Nasional

Dalam kesempatan berbeda Ronny Sompie mengapresiasi langkah Joune Ganda. Hal tersebut merupakan suatu komitmen kepala daerah dalam menempatkan sosok profesional dan berintegritas di posisi strategis sebagai ujung tombak pemerintah desa.

“Saya sependapat dan sangat mendukung langkah konkret Pak Bupati Joune Ganda dalam menunjuk para pejabat Hukum Tua. Ini adalah komitmen terhadap tata kelola pemerintah desa yang efektif,” buka tokoh nasional, putra daerah Minahasa Utara ini dilansir dari komentar.id.

Sompie menggarisbawahi peran vital Hukum Tua dalam mendukung program nasional, khususnya penanggulangan stunting. Keberhasilan Kabupaten Minahasa Utara menurunkan angka stunting dari 20,5% menjadi 10,9% adalah sangat patut diapresiasi di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda.

“Ini bukan sekedar penurunan angka, tetapi buah dari pendekatan menyeluruh yang dilakukan Pemkab Minut mulai dari edukasi, pendampingan keluarga muda, hingga intervensi gizi tepat sasaran,” apresiasi Sompie.

Keterlibatan aktif Ny. Rizya Ganda Davega dalam mengentaskan stunting di Minut juga dipuji Sompie.

Saran Ketahanan Pangan dengan Kearifan Lokal dari RFS dalam Melawan Stunting

“Kita inga waktu masih kecil, orangtua selalu memperhatikan gizi makanan. Telor ayam kampung yang dipelihara dalam jumlah kecil, lumayan untuk menyediakan telur sebagai makanan saat sarapan pagi,” ujar Sompie menceritakan masa kecilnya dalam mendapatkan makanan bergizi.

“Ikan mujair di kolam sekitar 500 meter jaraknya dari rumah, juga menjadi penyedia protein untuk kami anak-anak disaat masa pertumbuhan,” tambahnya.

Pria berinisial RFS ini tak lupa memberikan saran kepada para nelayan. “Banyak nelayan yang berhasil menangkap ikan, lupa membawa ikan untuk isterinya yang sedang hamil dan menyusui anak-anak yang masih bayi,” tuturnya.

“Justru konsentrasi untuk dijual dan mendapatkan uang. Sementara kekayaan laut kita menyediakan gizi yang cukup buat menguatkan pertumbuhan otak anak-anak kita yan masih dalam pertumbuhan,” tekannya.

Kemudian RFS mengingatkan juga kepada para petani. “Demikian juga para petani. Punya kesempatan untuk menyediakan ikan tambak buat anak-anak mereka, minimal ikan mujair, ikan gabus dan ikan lele yang mudah diternakan.”

Harapan untuk Minahasa Utara

Akhir kata Ronny Sompie yakin untuk ke depannya stunting di Minut makin bisa ditekan dengan program-program berjalan efektif ke akar rumput di bawah pimpinan Bupati Joune.

Menurutnya dengan pendekatan kolaboratif dan semangat pelayanan kuat, Minahasa Utara senantiasa mampu menjadi salah satu daerah teladan dalam tata kelola pemerintah desa dan kesehatan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *